金曜日, 5月 15, 2009

kapan lelaki harus berbohong

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum.

"Nyak...nyak
......minyaaak. .." , teriaknya. Di jalanan menurun tiba-tiba
gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai
Citarum. Plung ...lap... tenggelam lah gerobak kesayangan nya itu.
Huuu..huuu.. .menangislah dia... "Harus kuberi makan apa istriku nanti ...huuu...."

Tiba-tiba...
seorang Malaikat yang baik hati muncul & bertanya: "Hai KETUPEK
...? kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu.?
Ternyata, yang namanya KETUPEK ... tahu juga ya itu Malaikat, Oh, Malaikat, gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai.
Baiklah
... aku akan ambilkan untukmu. Tiba-tiba Malaikat itu menghilang &
muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol
dari intan.
Inikah punyamu?" Tanya Malaikat.... ?
Bukan,
gerobakku tidak sebagus itu, mana mungkin penghasilan saya yang Rp. 200
ribu sebulan bisa beli kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi
penjualan yang cuma sedikit.

Malaikat itu pun menghilang lagi & muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.
Inikah punyamu?" tanyanya lagi ? >>>> "Bukan, hai Malaikat yang baik, Punyaku cuma dari besi biasa. botolnya juga botol biasa ", jawab KETUPEK dengan muka masih...memelas.

Lalu
Malaikat itu pergi lagi & kali ini kembali dengan gerobak &
botol SI KETUPEK. Inikah punyamu ..? Benar ya Malaikat. Terima kasih
sekali engkau telah membantu yang lemah ini untuk mengambilkannya
untukku.
Malaikat
berkata : Engkau jujur sekali, ya KETUPEK. Untuk itu sebagai hadiah
dari kejujuranmu aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu...."
"Terima kasih ya Tuhan ... terima kasih ya Malaikat..", seru KETUPEK girang..

Sebulan
kemudian, KETUPEK rafting (maklum, udah kaya) bersama istrinya di
sungai yang sama. Naas takdapat ditolak, malang tak bisa dihindari,
perahu karetnya terbalik & istrinya hanyut.
"Huuu, huuu, istriku, di mana engkau, ",isaknya, Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi. Kenapa lagi engkau ya KETUPEK..?
Istri saya hanyut & tenggelam di sungai, hai Malaikat..
Ohhh tenang ... aku ambilkan.... .. " Plash, Malaikat itu menghilang & tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach, yang ada tato mawar di perutnya.
Inikah istrimu?" tanya Malaikat.. Betul,betul sekali ya Malaikat ... dialah istriku.

"Haaaaaaiiii KETUPEK !!! Malaikat membentak marah. Sejak kapan kamu berani bohong.? Di manakah kejujuran kamu sekarang ..?
Sambil
bergetar dan berjongkok, KETUPEK berkata ,"Ya, Malaikat, kalau aku
jujur, nanti engkau menghilang lagi dan membawa Luna Maya, kalau
kubilang lagi bukan, maka engkau akan menghilang lagi dan membawa
Dorce, lalu kalau kubilang bukan juga engkau menghilang lagi dan
membawa istriku yang sebenarnya, Lalu.. engkau akan bilang bahwa aku
jujur sekali & engkau akan memberikan ke empat-empatnya kepadaku.

"Buat membiayai hidup isteriku aja aku kerepotan ya Malaikat, apalagi Nafa Urbah, Luna Maya, aduh berat ya Malaikat ", sahut KETUPEK.
Malaikat pun termangu dan angguk angguk.. "Benar juga kamu KETUPEK, kamu realistis"

0 件のコメント: