日曜日, 10月 18, 2009

perjalanan kata menuju langit

Doa adalah kata kata yang baik. Dan ketika kita mengucapkanya, sesungguhnya kita telah melepaskannya dari mulut kita, agar ia berjalan menuju langit. Jika kata itu memiliki wacana penyangga yang kuat, ia akan segera melampaui cakrawala, menembus angkasa dan mencapai langit.

Dan wacana penyangga itu adalah amal shaleh. Dengarlah firman Allah SWT, "Kepada-Nyalah kata yang baik itu menaik dan amal shaleh-lah yang akan (terus) mengangkatnya." (QS. Fathir:10)



Itulah sebabnya Rasulullah saw menganjurkan kita beramal shaleh
sebelum berdoa. Misalnya bersedekah dan melakukan kebaikan-kebaikan
lainnya.

Sujud Sang Jiwa
Kata dalam doa adalah untaian surat dari sang jiwa kepada Tuhannya.
Maka jika engkau ingin surat itu sampai kepada-Nya, tulislah ia saat
jiwamu benar-benar sedang bersujud pada-Nya.

"Ya Allah, jika pasukan ini binasa, tak kan pernah ada lagi di bumi ini yang akan menyembah-Mu, selamanya"

Rasulullah saw terus melantunkan doa itu, sampai selendangnya terjatuh, sampai Abu Bakar ra datang meng-hampirinya dan mengatakan, "Cukuplah, Ya Rasulullah, Allah pasti akan menolongmu."

Tidakkah engkau lihat bagaimana Rasul yang mulia itu merengek-rengek
di depan Tuhannya, Tuhan yang mengutusnya menyampaikan risalah ini
dan berjanji akan menolongnya ??? Bukankah yang ia ucapkan itu telah
melampaui batas permohonan menjadi sebuah tuntutan ??? Siapakah yang
dapat menjamin bahwa tak kan ada lagi yang menyembah Allah jika
pasukan itu binasa ???
Apakah Allah tidak sanggup menciptakan makhluk lain yang akan
menyembah-Nya ?? Tidak !!!! Tidak !!!

Tapi begitulah kejujuran dalam berharap melahirkan kalimat yang kuat,
penuh keyakinan, yang hampir hampir tak dapat di bedakan dari
tuntutan.

Maka dengarlah jawaban bagi jiwa yang bersujud itu. Dan kemudian
Allah swt mengabulkan doanya dengan mengutus Jibril untuk mengatakan
kepadanya:

"Ambillah segenggam tanah, lalu taburkanlah ke wajah mereka." Lalu
beliaupun melakukannya, dan tak seorangpun dari pasukan musyrik
melainkan tanah itu pasti mengenai matanya, lalu lubang hidungnya dan
mulutnya dari gengggaman tanah itu, maka mereka pun lari tunggang
langgang. "
(HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmadi)

Dan Raga pun Menyertainya
Apa yang dilakukan oleh sang jiwa saat ia bersujud, haruslah terlihat
pula dalam wacana raga kita. Demikianlah Rasulullah SAW menganjurkan
kita agar mengekspresikan sujud sang jiwa itu dalam gerak raga kita.

* Maka ia menganjurkan kita bersuci sebelum berdoa
* Ia juga menganjurkan kita menghadap ke kiblat saat berdoa
* Akhirnya, ia juga menganjurkan mengangkat kedua tangan kita saat berdoa

Sebab jiwa yang bersujud itu haruslah suci, maka raga yang
menyertainya sebaiknya juga suci. Sebab walaupun Allah swt ada di
semua penjuru alam, namun Ia jugalah yang menetapkan Ka'bah sebagai
kiblat kaum muslimin. Sedang mengangkat kedua tangan merupakan
ekspresi paling sempurna dari permohonan dan rasa butuh, dan bahwa;

"Allah itu Maha Pemalu lagi Maha Mulia, dan merasa malu menolak, ketika seseorang mengangkat tangannya ke langit dan mengembalikannya dalam keadaan kosong dan kecewa"
(HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Santun Dalam Berharap
Jika engkau telah melakukan semua itu, maka rangkailah kata-katamu
dalam doa dengan susunan yang baik, sopan dan indah.

Karena engkau sedang meminta, maka mulailah permohonan itu dengan
pujian-pujian yang baik kepada siapa engkau memohon.

Lalu haturkanlah selawat serta salam kepada rasulullah saw, sebab
"Itu akan dibalas sepuluh selawat dari Allah " (HR. Muslim)

Sebab, " Rasulullah saw pernah mendengar seorang laki laki berdoa
tanpa memuji Allah dan menghaturkan selawat baginya, maka beliaupun
mengatakan "Orang ini terlalu tergesa-gesa"
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Kemudian bertaubatlah dan memohon ampunlah (istigfar) atas dosa-dosa
yang telah engkau lakukan.

Sebab dosa-dosa itu akan menjadi hijab yang menghalangi sampainya doa
ke langit. Dan hanya taubat dan istigfar itu yang akan mengangkat
hijab itu. Nama Allah yang maknanya sesuai dengan makna permohonanmu.
Sebab,

"Rasulullah saw penah mendengar seorang laki laki berdoa dengan
mengucapkan:

"Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon pada-Mu dengan kesaksianku bahwa
Engkau adalah Allah, Tiada Tuhan selalin Engkau, Yang Maha Esa,
Tempat bergantung, Yang tiada beranak dan tidak di peranakkan, Yang
tiada sekutu bagi-Nya."

Maka Rasulullah saw pun bersabda;
"Sungguh ia telah memohon kepada Allah dengan sebuah nama yang jika
Ia di mintai dengan nama itu, Ia pasti memberi, dan jika Ia dipanggil
dengan nama itu, Ia pasti menjawab."
(HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban).

* Lalu tutuplah doa itu dengan penuh keyakinan akan terkabul, sembari menghaturkan pujian-pujian kepada Allah swt.

"Dan akhir dari doa mereka, adalah bahwa; segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam"
(QS. Yunus : 10)

Memilih Waktu, Tempat dan Momentum yang Tepat
Diantara ajaran Rasulullah saw tentang doa adalah perlunya
memperhatikan waktu, tempat dan momentm tertentu, dimana Allah
berkenan menerima dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya dan tidak
menolaknya.

Adapun waktu waktu itu adalah ;

* sepertiga terakhir dari waktu malam
* ketika adzan sedang berkumandang
* antara adzan dan iqomat
* setelah shalat fardhu
* ketika imam naik ke mimbar di waktu Jum'at sampai selesai selesai shalat
* dan saat-saat terakhir setelah Ashar dari hari Jum'at itu.

Adapun tempat-tempat tertentu itu,adalah ;

* ketika melihat Ka'bah
* ketika melihat masjid Rasulullah saw
* ketika melakukan Thawaf di Baitullah
* ketika berada di sisi multazam
* ketika berada di belakang maqam Ibrahim
* ketika berada di sisi sumur Zamzam
* ketika berada di atas bukit Shofa dan Marwah
* ketika bearada di Arafah, Mudzalifah, Mina
* ketika berada di sisi Jamarat (tempat melontar jumrah) yang tiga
* ketika berada di masjid

Adapun momentum yang tepat itu adalah;

* ketika turun hujan
* ketika menghadapi barisan musuh dalam perang
* ketika sujud dalam shalat
* ketika sedang terzalimi
* keti ka sedang berada dalam perjalanan
* ketika sedang berbuka puasa

Hijab Antara Langit dan Bumi
Boleh jadi engkau telah memenuhi semua syarat doa diatas, tapi engkau
melihat bahwa tak ada tanda-tanda doamu terkabul. Maka jika engkau
menyaksikan situasi itu, segeralah menengok kedalam dirimu apakah ada
hijab yang menghalangi doamu sampai ke langit :

Dosa
Itulah salah satu hijab doa. Sebab dosa memang harus dibalas dengan
hukuman, dan hukumannya adalah penolakan. Sebutlah misalnya,
mengkomsumsi makanan atau minuman atau pakain yang haram. Itulah yang
disebut oleh Rasulullah saw dalam sabdanya;

yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut masai, wajahnya berdebu,
ia menengadahkan kedua tangannya ke langit, sembari berseru;
"Ya Tuhan .. Ya Tuhan .."
Tapi makanannya haram,
minumannya haram,
pakaiannya haram,
dan di beri makan yang haram,
bagaimana mungkin doanya akan terkabul?"
(HR. Muslim dan Abu Huraerah)

Berdoa untuk sebuah dosa.
Ini juga merupakan hijab yang menghalangi doa sampai ke langit.

Terlalu tergesa gesa mengharap jawaban
Ini juga merupakan faktor yangmenyebabkan doa tertolak. Misalnya
ketika engkau mengatakan; "Aku telah berdoa, tapi tidak di kabulkan.
Jadi aku berhenti saja berdoa.Percuma"

Memutuskan tali silaturrahim
Inilah faktor lain yang juga menghalangi doa sampai ke langit.
Tiga yang terakhir ini kita temukan dalam sabda Rasulullah saw ;

"Doa seorang hamba selalu akan terkabul,
selama ia tidak berdoa untuk sebuah dosa,
memutuskan tali silaturrahim,
dan tidak tergesa gesa."
(HR Muslim dan Abu Hurairah)

Kebaikan Yang Tertunda
Tapi jika engkau telah melakukan semua syarat itu, dan merasa tidak
melakukan dosa-dosa yang akan menghalangi doamu sampai ke langit,
bahkan juga senantiasa bertaubat dan memohon ampunan-Nya, namun doa
yang engkau sampaikan kepada Allah swt belum juga memperlihatkan
hasil, itulah saatnya engkau harus melakuan nasihat Ibnul Jauhari
berikut ini:

"Teruslah berdoa, dan jangan pernah bosan melakukannya. Sebab mungkin
penundaan jawaban lebih baik bagimu. Atau bahkan penerimaan itu sama
sekali bukan maslahat bagimu. Tapi engkau pasti di beri pahal. Dan
doamu dikabulkan dengan cara yang lebih bermanfaat bagimu. Dan boleh
jadi diantara manfaat itu bahwa permintaanmu tidak dikabulkan, tapi
diganti dengan sesuatu yang lain."

"Dan jika Iblis datang padamu lalu berkata; "Berapa banyak sudah
engkau berdoa, namun tak juga ada yang terkabul" Maka katakanlah
padanya ;

"Aku justru beribadah dengan doa itu. Dan aku percaya bahwa jawaban
doaku itu jelas ada. Tapi mungkin ia di tunda untuk maslahat yang
lain, dan jawaban itu tidak juga kunjung datang, yang pasti aku telah
beribadah dan mendapat pahala"

"Maka janganlah pernah memohon sesuatu tanpa menyertainya dengan
permintaan bahwa jawaban itu baik bagimu. Sebab boleh jadi ada bagian
dari dunia yang engkau minta, yang jawabannya justru akan
menghancurkanmu. Dan jika untuk urusan dunia engkau di perintahkan
bermusyawarah dan meminta pendapat sahabatmu dalam berbagai masalah
yang engkau tidak sangggup menyelesaikannya, dan melihat bahwa apa
yang terjadi padamu itu tidak bermanfaat, maka mengapa engkau tidak
menanyakan Tuhanmu tentang apakah yang engkau minta itu bermanfaat
bagimu atau tidak ? bukankah Tuhanmu yang Maha mengetahui semua
maslahat? Demikianlah istikharah itu merupakan bagian dari cara
bermusyawarah yang cerdas"

Seni Menggunakan Pedang
Demikianlah engkau melihat bahwa seni berdoa itu mirip dengan seni
menggunakan pedang. Pedang yang tajam itu jelas penting. Tapi yang
jauh lebih penting adalah orang yang memegang pedang itu. Maka pedang
yang tajam, yang tergenggam kuat dalam tangan dingin seorang
pemberani, yang digunakan pada waktu dan sasaran yang tepat; itulah
yang akan mematikan musuh.

Tapi jika ada salah satu dari unsur itu yang tidak efektif, maka
selamanya dia itu tak kan menghasilkan pengaruh apa-apa. Sekarang
apakah engkau menguasai seni menggunakan pedang yang bernama doa ???

dikutip dari Uztad anis Matta

火曜日, 10月 13, 2009

mengenal Allah

ada sebuah riwayat menarik mengenai seorang murid dan mursyidnya yang setiap dku baca selalu menambah imanku -insyaAllah-

"Pada suatu zaman ada seorang salik yang belajar dan berbakti kepada seorang guru pembimbing rohani. Sykh Hanafy nama guru pembimbing tersebut. Suatu hari syekh Hanafy bermaksud mengajak muridnya tersebut berjalan-jalan keluar dari tempat kediamannya. Sampailah mereka berdua pada tepian suatu sungai yang airnya deras mengalir. Maksud sang guru adalah menyebverangi sungai tersebut, padahal disitu tidak ada sarana untuk menyeberang, baik jembatan maupun perahu.

Sang guru, syekh Hanafy yang memang sudah mapan deraja rohaninya tidak merasa bingung tentang bagaimana caranya agar bisa segera menyeberangi sungai. Serta merta beliau berjalan dihamparan sungai layaknya berjalan biasanya di daratan, tanpa basah maupun terseret arus air dengan pertolongan Allah SWT. Berbeda dengan sang murid yang memang masih dalam tahap belajar, dia tidak mampu melakukan apa yang dilakukan oelh gurunya. Hal ini memang karena memang taraf kemapanan derajat rohaninya yang belum sempurna. Akhirnya si murid tidak mampu mengikuti gurunya menyeberangi sungai tanpa alat penyeberangan. Dia terdiam, hanya mampu memandang jalannya sang guru.

Melihat gelagat yang demikian sang guru turun tangan memberikan solusi bagi muridnya sekaligus menyampaikan pelajaran hikmah yang sangat agung bagi si murid. Disuruhnya muridnya memijakkan kakinya di hamparan aliran sungai dengan terus menerus menyebut nama gurunya. Ya Hanafy, Ya Hanafy, terus menerus si murid dengan mantap dan yakin mengucapkan kata tersebut dan dengan kuasa Allah SWT dia dapat berjalan diatas air sebagaimana gurunya.

Sesampainya di tengah-tengah sungai, si murid bertanya-tanya dalam pikirnya, emngapa dia tidak menyebut Ya Allah, Ya Allah dan memohon pertolongan secara langsung kepada-Nya, mengapa pula dia harus menyebut-nyebut nama gurunya, syekh Hanafy ? . Saat keraguan telah menyerang keyakinan si murid tersebut, saat itu pula dia tenggelam, hanyut dalam arus air. Melihat muridnya tenggelam sang guru menolong dan akhirnya selamatlah si murid sampai tepian seberang sungai.

Akhirnya syekh Hanafy menerangkan pada si murid tentang rahasia yang basu saja terjadi. syekh Hanafy memang tidak memerintahkan kepada muridnya untuk menyebut Ya Allah saat akan menyeberang, hal ini karenga sang murid memang belum mengenal Allah SWT, belum mengetahui secara benar. Disuruhnya sang murid hanya menyebut-nyebut Ya Hanafy , karena beliaulah yang sudah mengenal Allah SWT. Dan saat disebut namanya, beliaulah yang memintakan kepada Allah untuk keselamatan si murid dalam menyeberangi sungai. Namun saat si murid merasa benar menurut akal pikirnya sendiri dengan menyebut Ya Allah, saat itu sang guru melepas doanya kepada Allah SWT sehingga tenggelamlah si murid karenanya
.

Apa makna dari riwayat tersebut? kurang lebih mengandung pelajaran akan pentingnya seorang murid memiliki ikatan lahir batin dengan guru mursyidnya, tidak hanya untuk keselamatan jasmani si murid, tetapi yang lebih penting adalah untuk kesentausaan rohani sang murid. Atau secara umum dalam menghayati ilmu agama akan lebih afdol apabila dengan bimbingan seorang guru yang kita yakini. Pengen tau lebih lanjut? monggo hadir di manakiban Pondok Pesantren Suryabuana di Mbalak Jawa Tengah. Semoga kita termasuk dalam golongan yang diberi petunjuk oleh Allah swt. amien..

multimedia converter

kadang-kadang kita punya file keren yang kita download dari youtube, lalu pingin kita upload ke hp, nah paling nggak kan musti punya multimedia converter, yaitu suatu program yang bisa mengkonversi atau mengubah dari format satu ke format lain, misal flv to 3gp, flv to mp3, dan sebaliknya dan lain sebagainya.
Sebenarnya banyak sekali kalau mau googling untuk mencari converter itu, tapi banyak juga yang menawarkan hanya separuh fungsi atau hanya beberapa fungsi tertentu saja. Selain ribet, karena musti nginstall satu-satu yang akhirnya nambah ribet program files, mana belum tentu gratisan lagi.. disinilah hadir "winff", yaitu multimedia converter yang bersifat opensource, yang bisanya merupakan "core" atau "inti mesin" dari software converter yang beredar.
Sampai sekarang dku pke ni software buat convert misalnya dari 3gp ke flv, atau flv ke mp3 dll karena software ini mampu mengubah extensi dari 3g2, 3gp, mp4, m4a, mp3, flv, Xvid, mov, swf dst pokoknya almost all multimedia files lah..
Cara menggunakannya pun cukup mudah, tinggal pilih filenya, bisa browse atau di geret (drag), pilih format, pilih tempat nyimpen output file, klik convert.. jadi deh.. atau klo mau dicoba bisa klik tombol play dulu.. daripada susah membayangkannya, langsung download aja deh dari sini ya.. ntar dicoba ndiri, klo bingung tanya oom google, klo oom google nggak ketemu, imel dku juga boleh hehehe insyaAllah dku bantu biar nambah bingung hehehe.. cheer..
oia filenya bentuk *.rar jadi jangan lupa di ekstrak dulu yak pake tugzip juga boleh..

Winff for windows download here

winff untuk windows download disini

日曜日, 10月 11, 2009

pilih mana ?

Seorang Kyai Fadlun, dari Jawa Timur, seringkali diomelin oleh isterinya (Ibu Nyai), karena begitu banyak menolong ummat melalaui nasehat dan doa. Dan mereka yang ditolong oleh Kyai itu sukses. Biasanya ketika sukses sudah tidak kembali lagi.

“Pak Yai, kenapa orang-orang yang ditolong pada sukses, tapi kehidupan kita cuma begini-begini saja. Apa tidak punya doa atau apalah yang bisa membuat kita jadi sukses lebih hebat lagi, lebih kaya lagi.
Kenapa mesti orang lain teruuus?” protes Ibu Nyai pada sang Kyai.

Rupanya sang Kyai hanya tersenyum belaka.
“Coba kamu ambil gentheng di rumah kita yang ada dekat wuwungan pojok...” kata Kyai itu.

“ Sebelll akh… Masak minta fasilitas lebih malah disuruh naik gentheng. Nanti apa kata tetangga. Ibu Nyai kok naik-naik wuwungan, lagi nyari apaan tuh.…Nggak lucu akh…”
“Sudahlah..Ikuti saja. Katanya kamu mau minta harta emas berlian.”

Ibu Nyai akhirnya nekad naik gentheng. Dengan bersungut-sungut agar tidak dilihat tetangga, nekad juga akhirnya. Begitu ia dapatkan gentheng itu, ia bolak balik, sembari membatin, apa sih istemewanya gentheng tanah ini?

Setelah tuerun membawa gentheng, ia serahkan benda itu ke suaminya, dengan muka masem.

Genteng itu dipegang oleh Pak Kyai, lalu dibungkus kain. Kemudian Kyai itu memberikan kembali ke isterinya, agar dibuka. Ternyata begitu terjeutnya sang Bu Nyai, gentheng tanah tadi berubah jadi emas semua.

Ibu Nyai kaget bukan main. Dengan muka pucat ia tak bisa bicara.

“Kamu pilih mana, nikmat-nikmat Allah disegerakan di dunia, atau nanti di akhirat?”

Ibu Nyai menyadari kesalahannya, dan menangis memohon ampun kepada Allah Ta’ala. Seketika genheng emas tadi berubah jadi gentheng tanah. Sejak saat itu, ia kapok protes pada suaminya.

sumber : http://www.sufinews.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=63&Itemid=305&limitstart=4

金曜日, 8月 28, 2009

ADAKAH ORANG YANG AKAN MENDOAKAN KITA?

ADAKAH ORANG YANG AKAN MENDOAKAN KITA?


Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.


Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mahgampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.


Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".


Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu" .

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil,
putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".


Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"


Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".


Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.


Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"


Jawab si Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah". Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.


Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.


Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".


Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. "Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. "


"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.


Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.


Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Terima kasih

Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, "Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang dan terangilah hati kami , panjangkanlah umur kedua orang tuaku , sehatkanlah badan orang tuaku,angkat penyakit kedua orang tuaku dan sembuhkanlah seperti layaknya orang yang sehat, dan lindungilah kedua orang tuaku dari hal yang tidak ku inginkan.tiada daya dan upayaku hanya melainkan Engkau tempat ku meminta , tempat ku berteduh , tempat ku bernaung,
tempat ku mengeluh , tempatku mengadu ,tempatku segala galanya aamiiin.

Cerita yg bermakna, forward dari kiriman teman.

土曜日, 7月 25, 2009

removing autorun.inf SMAD-LOCK SMADAV

ternyata.. ada yang lebih mudah untuk menghilangkan autorun.inf punya SMADAV daripada harus memforma media penyimpanan kita yaitu smover, buatan kawan kita "DARMAL", lebih lanjut bisa dibaca disini, atau langsung download filenya disini

cara kerjanya :

setelah download, tentukan drive dimana file autorun.inf SMAD-LOCK berada, setelah itu tinggal pijit tombol "remove", tunggu beberapa menit (tergantung kecepatan komputer), ilang deh tu file.

perhatian :

Bagi anda yang rajin mencolokkan flash disk di sembarang tempat, disarankan untuk tidak menghapus file autorun.inf SMAD-LOCK ini karena terbukti bisa mencegah infeksi virus yang mencoba membuat file autorun..

semoga berguna and selamat mencoba.. !!

月曜日, 7月 20, 2009

Air Mata Seorang Suami

cerita bagus dari mas agus..

Air mata seorang suami adalah air mata penyesalan. Sesuatu itu akan menjadi berarti bagi hidup kita setelah yang ada menjadi tiada. Namun bila awalnya ada seringkali dianggap tidak ada. Begitu pula seorang suami, terkadang mengabaikan cinta yang tulus dari seorang istri tetapi setelah istrinya tiada, barulah sang suami merasakan sungguh berarti seorang istri bagi hidupnya. Maka air mata seorang suami akan mengalir tak terhindarkan.

Air mata seorang suami juga terjadi pada Pak Dharma. Pak Dharma yang saya kenal. Pak Dharma sangat suka menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin. Sekali waktu datang ke Rumah Amalia. Kami suka berdiskusi tentang kehidupan dan amal sholeh. Beliau dibesarkan dalam keluarga jawa. Ayah dan ibunya sangat memegang teguh tradisi kejawen. keluarganya sangat akrab dengan mocopat, ajaran moral dan pesan-pesan luhur tentang makna kehidupan yang dihayati oleh orang jawa, ditembangkan dalam bahasa yang puitis. 'Saya tidak akrab dengan al-Qur'an mas..'lanjutnya. 'Kami percaya dengan Gusti Alloh dan mengaku Muhamad Rasulullah, tetapi saya tidak pernah sholat,' begitulah tuturnya sore itu ketika mampir di Rumah Amalia.

Suatu ketika ada pertanyaan istrinya yang menyentuh sanubarinya, 'Apakah Mas sayang sama aku?' Saya tertawa Mas Agus, karena saya menganggapnya pertanyaan iseng. Obrolan istri yang bawel, begitu katanya. Pak Dharma sangat menyayangi istrinya. beliau menceritakan istrinya merasa tidak pernah diperhatikan sebab Pak Dharma lebih sibuk mengurusi pekerjaannya daripada berkumpul dengan keluarga.

'Cukup mas, aku tahu itu. Lalu apa tanda mas sayang sama aku?' tanya istrinya.

pertanyaan istri inilah terasa memukul jantungnya. Aneh, saya tidak merasa dipojokkan. Justru ia merasa diingatkan. Gunung es yang membeku sekian lama dalam kalbu, terasa mencair. Ya, apa tandanya saya menyayanginya, mencintainya, dan memuliakannya?

'Mas, Setiap orang selalu bekerja keras, berbuat baik dengan tetangga, mencintai keluarga tapi anak-anak dan aku butuh kehadiran Mas sebagai imam, bukan hanya imam dalam rumah tangga namun juga imam dalam ibadah, kata istrinya. Pak Dharma terdiam, jiwanya menjadi terbuka, kediriannya terkelupas tanpa sakit hati dan tersinggung. Baru kali ini dirinya diingatkan oleh istrinya yang menumbuhkan kesadaran dirinya. Persepsinya tentang Islam, perlahan-lahan bergulir. 'Saya mengakui kebenaran ucapan istrinya. Saya merasa diingatkan padahal yang selama ini hatinya tertutupi. Saya merasakan suara istri saya bagai panggilan dari Gusti Alloh. saya terharu, Ternyata Alloh SWT masih sayang sama saya, tutur Pak Dharma.

'Tapi saya tidak bisa sholat, Pernah mengaji tetapi buta huruf al-Quran,'tanyanya. 'Mas, semua itu tergantung niat, pelan-pelan. Insya Alloh bisa Mas,'jawab istrinya. 'Kemudian saya belajar sholat dibimbing istri saya dengan penuh kesabaran. Saya mulai dari niat, takbir hingga mulai meletakkan dahi serata dengan tanah, dalam sebuah sujud total. Subhana Robbiyal a'la. Maha Suci Alloh Yang Maha Tinggi. Saya ikhlas meletakkan dari, yang menempati posisi tertinggi diwajah saya ditempat telapak kaki saya dibumi, diatas lantai. Allohu Akbar, hanya Allohlah yang Maha Besar.

Pak Dharma bercerita bahwa sejak dirinya sholat batinnya menjadi tentram. Banyak persoalan pekerjaan dan kehidupan sehari-harinya yang mengalami kebuntuan karena keterbatasan akal pikirannya akhirnya terselesaikan. 'dengan sholat saya merasa lebih lengkap dan dekat dalam komunikasi dengan Alloh SWT..' tutur Pak Dharma.

Semua proses menuju sujud yang saya tempuh dengan segala liku kehidupan akhirnya saya bisa menjalankan sholat dengan baik. Ditengah kebahagiaan kami sekeluarga, Alloh SWT memanggil istri saya kehadiratNya. Ya..Alloh, seumur hidup saya belum pernah sepanik ini, kata Pak Dharma yang berlinang air mata. Saya teramat menyesal. Saya merasa terbanting kedalam chaos batin, yang amat memukul. bayangkan Mas Agus, saya kehilangan istri yang begitu baik, yang begitu ikhlas menemani saya dalam suka maupun duka, yang dilipihkan Alloh menjadi mediumNya untuk memanggil saya dalam kehidupan dan menjalani Syariah dengan benar, Saya tidak tau harus berbuat apa kecuali berdoa dan berserah diri pada Alloh SWT semata,' tutur Pak Dharma sambil mengenang istrinya. AIr matanya begitu indah, kerinduan terhadap istrinya yang telah membimbingnya menuju ketaqwaan kepada Alloh SWT. Subhanallah. .

----
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 'Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: 'Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.' (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-hadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

Wassalam,
agussyafii

木曜日, 7月 09, 2009

MENCARI ISTRI SEMPURNA

Hamba mencari istri sempurna. Lelah hati dan jiwa. Hamba mencari kemana-mana, alhasil hamba tak sanggup temukan belahan jiwa itu. Setiap hari hamba berdoa, namun belum juga terkabul. Mungkin inilah perjuangan. Lama-lama hamba mulai menikmati kehidupan ini. Walaupun jemu pernah hinggap dalam kamus kehidupan hamba, meraung-raung dalam sunyi.

Sungguh, di dunia yang maya ini, hamba mencoba menghindar dari gundukan dosa, namun laron-laron dosa itu sesekali berduyun mendekati hamba. Sekuat ruh hamba berlari-berlari menuju cahaya, dan konon, salah satu kendaraan untuk mendekatkan diri dengan cahaya itu adalah mendapatkan seorang istri. Ya, hamba mencari istri sempurna, agar hamba bisa menyempurnakan niat hamba, bercengkrama dengan cahaya sejati.

Hamba bergelut dengan hari-hari, mencari secercah cahaya untuk bisa hamba huni dari kegelapan yang semakin gandrung menyelimuti hati hamba lagi. Hamba akui di setiap arah jam yang bergulir ada terpendam berjuta rahasia yang tak bisa hamba singkap keberadaannya, tak mampu hamba kuliti satu persatu apa gerangan yang diinginkan Allah. Tadinya hamba berpikir bahwa hamba telah mampu meredam satu niatan hamba itu, mengubur riak-riak kehidupan yang hamba bangun dengan pondasi rapuh. Rupanya detak suara jarum jam semakin besar menghentak-hentak dan memekakan telinga hamba, lalu hamba kembali terpuruk, pikiran hamba terhuyung-huyung melangkahkan kaki tak tentu arah.

Suatu hari, hamba bertemu dengan mawar. Di taman itu ia hidup sendiri. Warnanya yang merah merekah membuat mata terkagum-kagum. Ingin rasanya hamba mempersuntingnya, memetik segala hasrat yang mulai basah kuyup dengan segala keinginan.
Sang mawar tak sadar bahwa ada yang mengamatinya. Ya Tuhan harum sekali. Ya, ketika pagi merambat, hamba merasakan keharuman yang luar biasa. Merambat ke seluruh ubun-ubun, keharuman yang menakjubkan. Hamba memberanikan diri untuk menyapanya.

"Selamat pagi, Mawar." Mawar tersenyum, senyum yang menyejukkan.
"Selamat pagi. Ada apakah gerangan, sehingga pagi-pagi begini anda bertamu ke taman yang sepi ini?"
"Hamba berniat mencari istri yang sempurna. Setiap hari tanpa sepengetahuan anda, hamba mengamati anda, lalu tumbuhlah sejumput rasa tertentu yang tak bisa terdefinisi. Anda telah menyampaikan keharuman itu lewat wewangian yang disampaikan angin. Hamba pikir andalah yang hamba cari, belahan jiwa yang sekian lama memikat hamba untuk hidup dalam kembara."

"Betulkah aku yang anda cari? Tak malukah anda menikah dengan bunga sederhana sepertiku? Apa yang membuat anda terkagum? Tak banyak yang bisa aku berikan untuk anda."

"Mawar, sudah lama hamba mencari istri yang sempurna. Mungkin inilah harapan terakhir. Melihat warnamu yang memerah, hamba terkesima. Jika anda mengizinkan, hamba ingin melamar anda. Mari kita arungi bahtera hidup ini."

"Kalau betul itu yang anda inginkan, baiklah. Tunggu barang satu minggu, setelah itu jenguklah aku kembali." "Terimakasih mawar. Ternyata hamba tak salah pilih. Seminggu lagi hamba akan kesini."

Hamba lantas meninggalkannya sendiri di taman itu. Hamba pergi diiringi senyum yang dramatis. Hati hamba seketika terbang ke langit. Sebentar lagi penantian hamba berakhir, hamba akan mendapatkan istri yang sempurna.

Seminggu berlalu, hamba mendatangi taman itu. Langkah kaki bersijingkat dengan sempurna, cepat dan gemulai. Ketika hamba tiba di tempat itu, tiba-tiba hati hamba melepuh, berterbanganlah harapan yang sempat mewarnai relung hati yang basah dengan tinta penantian. Mawar yang akan hamba persunting, yang akan hamba petik ternyata tak lagi berada di tangkainya. Ia telah luruh ke tanah merah, beserakan tak karuan, tak jelas lagi juntrungannya. Hamba tak habis mengerti, mengapa semua ini harus terjadi? Warna yang tadinya memerah, kini berubah kecoklat-coklatan, menjadi keriput, tak sesegar seperti minggu kemarin. Hamba menghampirinya, duduk termenung seperti seorang bocah yang merengek meminta mainan yang telah rusak. Dengan terbata-bata hamba berusaha menyusun kata-kata, menuai kalimat-kalimat. Namun mulut hamba teramat kelu, tak bisa lagi dengan sporadis menelurkan deretan huruf.

"Selamat pagi. Masihkah ada keinginan untuk menikah dengan ketidaksempurnaanku? Inilah aku, sang mawar yang sempat membuatmu terkagum. Mengapa wajah anda tercengang dan seolah tak memahami hakikat hidup?"

"Mengapa anda menjadi seperti ini? Apakah gerangan yang salah?"
"Tak ada yang patut disalahkan. Ini adalah siklus kehidupan. Hamba hanya bisa bertabah menghadapi takdir yang membelenggu. Ini jalan yang harus hamba jalani."
"Tapi hamba mencari istri yang sempurna, Mawar."
"Jika demikian, aku bukanlah belahan jiwamu."

Hamba beranjak dari tempat itu. Kekecewaan menghantui setiap langkah yang hamba bangun. Air mata menderas. Mawar yang sempat mencengkram jiwa, kini hanya onggokan ketakutan yang tak pernah hamba mimpikan sebelumnya.

***

Kini hamba berjalan lagi menyusuri waktu, mencari istri yang sempurna. Di tengah perjalanan, hamba melihat merpati yang terbang, menari di udara. Sayap-sayapnya ia sombongkan ke seluruh penjuru alam. Sungguh cantik ia, membuat cemburu para petualang. Lagi-lagi terbersit sebuah keinginan. Keinginan klasik: Inilah istri yang sempurna, semoga hamba bisa mendapatkannya. Merpati itu hinggap di ranting pohonan. Hamba memberanikan diri untuk memulai percakapan.

"Wahai merpati, tadi hamba melihatmu bercengkrama dengan angin. Bulu putihmu yang kudus, menjadikan harapan dalam batin kembali tumbuh."
"Apa yang hendak anda inginkan?"
"Hamba mencari istri yang sempurna. Andalah yang hamba cari."
"Betulkah aku yang anda cari?"
"Ya tentu. Hamba ingin anda terbang bersama hamba, membangun sebuah keindahan, mengarungi bahtera kehidupan."

"Jika demikian, silahkan tangkap aku. Apabila anda berhasil menangkap diriku, aku berani menjadi belahan jiwa anda. Aku akan belajar menjadi apa yang anda inginkan."
"Tapi bagaimana mungkin hamba bisa menangkap anda? Anda mempunyai dua sayap yang indah dan memesona, sedangkan hamba hanya manusia yang bisa menerbangkan imajinasi saja, selebihnya hamba adalah pemimpi yang takut dengan kehidupan."

"Segala sesuatu mungkin saja terjadi, asalkan ada maksud yang jelas dan lurus. Lebih baik anda pikirkan kembali niatan anda itu. Betulkah aku pasangan yang anda cari? Maaf, hamba aku bercengkrama dulu dengan angin, sampai jumpa."

Hamba tak bisa berkata banyak, merpati telah terbang bersama angin. Angin, oh...rupanya kekasih sejati merpati adalah angin. Hamba tak mau merusak takdir mereka. Bagaimana kata dunia kalau hamba dengan paksa menikahi sang merpati? Dunia akan mencemooh hamba sebagai manusia paling bodoh yang pernah dilahirkan. Tapi kemanakah lagi hamba harus mencari pasangan jiwa?

***
Itulah kabar hamba dulu. Meniti berbagai penderitaan untuk menyempurnakan segala beban yang melingkar di dasar palung jiwa hamba. Itulah gelagat hamba dulu, seperti seorang pecinta yang berkelana tak jelas arah dan tujuan, menghujani kulit lepuh para bidadari, menjadikan mereka gundah, berenang di atas lautan hampa. Begitu juga hamba.

Ya, kabar hamba dulu! Memekik cinta yang bergemuruh, membadai, bercengkrama, meraja, bersengketa, meracau seperti burung kondor yang rindu bangkai-bangkai kematian. Dulu hamba tersesat dalam labirin sunyi tanpa nama. Hamba nyaris seperti mayat yang bergentayangan di siang hari, diperbudak angan-angan, bertubi-tubi mulut hamba memukul angin.

Sampai suatu malam, ketika keheningan mengambang di udara, berderinglah sebuah telepon selular yang teronggok di atas sajadah harapan. Kala itu hamba tidur lelap, mencipta mimpi yang samar. Hamba dibangunkan oleh gemuruh suara ring tone. Anehnya, suara selular itu tidak lagi menggelayutkan melodi seperti biasanya. Suaranya aneh tapi nikmat dan menyejukkan. Kalau tidak salah seperti ini: Allahuakbar....Allahuakbar...Allahuakbar... Kontan saja hamba terhenyak dan sempat kaget. Hamba mencoba memicingkan mata yang berat seperti terbebani satu ton serbuk besi. Di dinding kamar hamba melihat detak jam yang mengarah pada nomor tiga. Masih sepertiga malam. Siapa gerangan yang berani mengusik persemayaman indah ini? Lalu hamba mulai merunut kata-kata.

"Halo, siapa anda? Mengapa membangunkan hamba? Biarkan hamba beristirah barang sejenak." Hening, tak ada jawaban. Hamba pikir, ini pasti gelagat orang jahil yang mencoba berimprovisasi. Tapi ketika hamba mau menutup telepon selular, hamba mendengar suara yang menggelegar. Bukan, suara ini bukan dari telepon selular, tapi dari segala penjuru mata angin. Keringat mulai menghujan, ketakutan bersalaman di batin, air mata tak bisa hamba bendung, dan rasa rindu mencengkram hamba dari belakang, rindu yang tak terdefinisi. Mungkinkah doa-doa hamba yang terdahulu akan terkabul? Siapakah gerangan yang bicara? Setelah bermilyar doa berjejalan di udara, hamba harap seuumpt cahaya itu yang bicara Ya, semoga bukan kepalsuan yang bicara. Suara itu makin keras terdengar. Suara itu berkata seperti ini.

"Betulkah kau mencari istri yang sempurna?" Dengan terbata-bata hamba bilang,
"Ya...ya..hamba mencari istri yang sempurna. Mampukah anda mengabulkan keinginan hamba yang belum terwujud ini?" Suara itu kembali berujar.

"Berbaringlah, lalu tutuplah matamu. Bukalah ketika suaraku tak terdengar lagi." Hamba ikuti keinginannya. Hamba tutup mata hamba, dan berbaringlah. Riangnya hati hamba, sebentar lagi hamba akan berjumpa dengan istri sempurna. Jodoh hamba akan hadir. Ah, suara itu hening.

Hamba mulai memicingkan mata. Hamba lihat di sekeliling. Mengapa yang terlihat hanya gumpalan-gumpalan tanah yang kecoklatan? Mengapa begitu sejuk? Kemudian hamba melihat pakaian hamba. Putih! Semua serba putih. Bukankah ini kain kafan? Alam barzah, pikir hamba. Lalu hamba melihat sesosok tubuh datang menghampiri, begitu bercahaya, cantik rupawan.

"Siapa anda?"
"Hamba adalah amalan anda. Hamba tercipta dari anda, istri sempurna yang anda ciptakan sendiri. Menikahlah dengan hamba, sambil menunggu semua manusia kembali ke alam sunyi ini."

Begitulah kabar hamba kali ini. Ada lagi yang mau mencari istri sempurna?


dikutip dari tulisan [Firman Venayaksa]

malam pertama

Sebuah renungan tentang suatu keniscayaan yang kelak akan kita hadapi

Apa kabar sahabatku…??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Sayapun yakin bukan karena apa – apa…
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita.

Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama.
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa.

Justru malam pertama perkawinan kita dengan SANG MAUUUT
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara


Hari itu…
mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan Seluruh badan kita terbuka….

Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok kita….
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan…,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu …jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala..,badan…, dan kaki diikatkan
Tataplah….tataplah…itulah wajah kita
Keranda pelaminan…langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi – saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
dan akhirnya…..
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan….
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat….
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah…aku pasti kan mendo’akanmu…
Karena …aku sungguh menyayangimu…
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien

Sahabat….., jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu
Ambillah hikmahnya…..
Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu….
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu…..
Jika tulisan ini ada manfaatnya….
simpanlah sebagai renungan…
Siapa tahu …suatu saat engkau ingat padaku
Jikalau…aku tlah di alam lain….
Satu pintaku padamu…
Tolong do’akan aku….

Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Siapkah kita dengan bekal yang akan kita bawa menuju alam akhirat seandainya esok hari kita ditakdirkan untuk tidak melihat sang mentari kembali.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,
(QS. An-Nisaa : 78)

Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung hanya atas kasihnya, hanya atas kehendaknya kita masih bertemu matahari. Yang terbaik hanyalah SEGERALAH BERSUJUD, MUMPUNG KITA MASIH DIBERI WAKTU…

googleholic

Ciri-ciri orang mengidap ‘penyakit Google’
1. Bila dompet atau ponselnya hilang, dia akan segera melacak dengan mesin pencari Google.
2. Bila rumahnya kemalingan, dia lebih dulu mencari jejak si maling lewat Google ketimbang langsung mengadukannya ke polisi.
3. Setiap online dia tidak pernah lupa mengetikkan namanya sendiri di kotak pencari Google. Tujuannya untuk melihat seberapa beken namanya dibanding Dian Sastro dan SBY, atau sekadar melihat berapa banyak manusia yang memiliki nama serupa dengannya.
4. Bila disapa temannya, “Hai, apa kabar?” dia akan menjawab, “I’m feeling lucky.”
5. Bila dia yang duluan hendak menyapa, dia selalu berkata, “Berapa PageRank-mu?”
6. Tidak ada satu pun ayat dalam kitab suci agamanya yang diahafal. Satu-satunya kalimat bernapaskan agama yang diaketahui ialah: “Don’t be evil.”
7. Warna baju dan celananya selalu merupakan perpaduan biru, merah, kuning, dan hijau.
8. Dia lebih suka mengirim pesan pendek dengan Google Talk daripada handphone.
9. Lidahnya sering salah mengeja kata “nonsense” menjadi “Adsense”.
10. Darah tingginya selalu kumat bila melihat logo Yahoo! Search di komputer teman sekantor.
11. Di malam hari dia suka mendongeng pada anak-anaknya bahwa Googlebot akan datang membawa hadiah Natal, menggantikan Sinterklas.
12. Dia berusaha mengumpulkan uang dan mengatur waktu agar bisa membawa keluarganya berlibur sekaligus menikmati wisata di Googleplex, kantor pusat Google.
13. Setiap orang lain berbicara dengannya, dia akan serius menyimak, sambil menghitung dalam hati apa-apa saja keywords atau kata kunci yang diucapkan orang tersebut.
14. Dia akan sangat marah bila karyawan toko buku Gramedia terlalu lama mencari buku yang hendak diabeli, lalu berkata: “Software apa yang kalian pakai di komputer Gramedia ini? Kok lama sekali mencarinya. Ganti itu! Pakai Google!”

tanda-tanda kecanduan internet

この概要は表示できません。投稿を閲覧するには ここをクリック してください。

berpikiran positif

Percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa ? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.
W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.
Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Dari beberapa buku yang saya baca beberapa tips berikut terbukti cukup membantu. Cobalah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berikut ini sebanyak mungkin dalam hidup kita. Sebagaimana untuk mencapai hal-hal lainnya, untuk menjadi seorang yang berpikiran positif, prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus :
1. Pilihlah sebuah kutipan yang bernada positif setiap minggunya dan tulislah kutipan tadi pada selembar kartu berukuran 3 x 5. bawalah kartu tadi setiap hari selama seminggu. Baca dan camkanlah kutipan tadi secara berkala dalam sehari dan jadikan afirmasi, misalnya di meja kerja Anda, di dashboard mobil, atau di cermin kamar mandi. Jadikanlah setiap kutipan tersebut bagian pemikiran Anda selama seminggu itu.
Contoh :“Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.” (Napoleon Bonaparte). “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin” (Harry Bullis)
2. Pilihlah seseorang yang dalam hidup Anda yang Anda anggap berpikiran negatif. Cobalah cari hal-hal yang positif dalam diri orang itu dan ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda mengenai orang tersebut dengan hal-hal positif tadi. Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.
3. Pilih satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai “hari 10″. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan Anda temui bernilai “10″, dan perlakukanlah mereka secara demikian. Anda pasti akan heran sendiri melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini Anda anggap remeh.
4. Tandai suatu hari dalam seminggu sebagai “hari berpikiran positif.” Hapuslah kata-kata “tidak dapat,” “tidak pernah,” atau kata-kata lain yang senada, usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.
5. Paling tidak sekali dalam seminggu, carilah suatu kesempatan untuk bisa memberi kepada orang lain dengan tulus. Lakukanlah suatu yang khusus pada suami/istri ataupun anak-anak Anda. Berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal.
Siapa yang ingin sukses ?
Kuncinya jangan pernah sekali-kali berpikiran negatif !Buang jauh-jauh hal-hal negatif; juga kalimat-kalimat negatif dari pikiran Anda !
Jangan pernah ada lagi kalimat-kalimat seperti :
“Pasti gagal;Kami belum pernah melakukannya;Kami tak sanggup melakukannya;Saya belum siap melakukannya;Itu bukan tanggung jawab kami; dan sebagainya”.
Selamat mencoba, dan ………………………………………….SEMOGA sukses senantiasa bersama kita yang selalu berusaha maksimal menggapainya

dikutip dari http://arifperdana.wordpress.com/2007/02/12/tips-menuju-sukses-berpikiran-positif/ dan mau dipraktekkan hehehe.. mau ?