土曜日, 7月 25, 2009
removing autorun.inf SMAD-LOCK SMADAV
cara kerjanya :
setelah download, tentukan drive dimana file autorun.inf SMAD-LOCK berada, setelah itu tinggal pijit tombol "remove", tunggu beberapa menit (tergantung kecepatan komputer), ilang deh tu file.
perhatian :
Bagi anda yang rajin mencolokkan flash disk di sembarang tempat, disarankan untuk tidak menghapus file autorun.inf SMAD-LOCK ini karena terbukti bisa mencegah infeksi virus yang mencoba membuat file autorun..
semoga berguna and selamat mencoba.. !!
月曜日, 7月 20, 2009
Air Mata Seorang Suami
Air mata seorang suami adalah air mata penyesalan. Sesuatu itu akan menjadi berarti bagi hidup kita setelah yang ada menjadi tiada. Namun bila awalnya ada seringkali dianggap tidak ada. Begitu pula seorang suami, terkadang mengabaikan cinta yang tulus dari seorang istri tetapi setelah istrinya tiada, barulah sang suami merasakan sungguh berarti seorang istri bagi hidupnya. Maka air mata seorang suami akan mengalir tak terhindarkan.
Air mata seorang suami juga terjadi pada Pak Dharma. Pak Dharma yang saya kenal. Pak Dharma sangat suka menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin. Sekali waktu datang ke Rumah Amalia. Kami suka berdiskusi tentang kehidupan dan amal sholeh. Beliau dibesarkan dalam keluarga jawa. Ayah dan ibunya sangat memegang teguh tradisi kejawen. keluarganya sangat akrab dengan mocopat, ajaran moral dan pesan-pesan luhur tentang makna kehidupan yang dihayati oleh orang jawa, ditembangkan dalam bahasa yang puitis. 'Saya tidak akrab dengan al-Qur'an mas..'lanjutnya. 'Kami percaya dengan Gusti Alloh dan mengaku Muhamad Rasulullah, tetapi saya tidak pernah sholat,' begitulah tuturnya sore itu ketika mampir di Rumah Amalia.
Suatu ketika ada pertanyaan istrinya yang menyentuh sanubarinya, 'Apakah Mas sayang sama aku?' Saya tertawa Mas Agus, karena saya menganggapnya pertanyaan iseng. Obrolan istri yang bawel, begitu katanya. Pak Dharma sangat menyayangi istrinya. beliau menceritakan istrinya merasa tidak pernah diperhatikan sebab Pak Dharma lebih sibuk mengurusi pekerjaannya daripada berkumpul dengan keluarga.
'Cukup mas, aku tahu itu. Lalu apa tanda mas sayang sama aku?' tanya istrinya.
pertanyaan istri inilah terasa memukul jantungnya. Aneh, saya tidak merasa dipojokkan. Justru ia merasa diingatkan. Gunung es yang membeku sekian lama dalam kalbu, terasa mencair. Ya, apa tandanya saya menyayanginya, mencintainya, dan memuliakannya?
'Mas, Setiap orang selalu bekerja keras, berbuat baik dengan tetangga, mencintai keluarga tapi anak-anak dan aku butuh kehadiran Mas sebagai imam, bukan hanya imam dalam rumah tangga namun juga imam dalam ibadah, kata istrinya. Pak Dharma terdiam, jiwanya menjadi terbuka, kediriannya terkelupas tanpa sakit hati dan tersinggung. Baru kali ini dirinya diingatkan oleh istrinya yang menumbuhkan kesadaran dirinya. Persepsinya tentang Islam, perlahan-lahan bergulir. 'Saya mengakui kebenaran ucapan istrinya. Saya merasa diingatkan padahal yang selama ini hatinya tertutupi. Saya merasakan suara istri saya bagai panggilan dari Gusti Alloh. saya terharu, Ternyata Alloh SWT masih sayang sama saya, tutur Pak Dharma.
'Tapi saya tidak bisa sholat, Pernah mengaji tetapi buta huruf al-Quran,'tanyanya. 'Mas, semua itu tergantung niat, pelan-pelan. Insya Alloh bisa Mas,'jawab istrinya. 'Kemudian saya belajar sholat dibimbing istri saya dengan penuh kesabaran. Saya mulai dari niat, takbir hingga mulai meletakkan dahi serata dengan tanah, dalam sebuah sujud total. Subhana Robbiyal a'la. Maha Suci Alloh Yang Maha Tinggi. Saya ikhlas meletakkan dari, yang menempati posisi tertinggi diwajah saya ditempat telapak kaki saya dibumi, diatas lantai. Allohu Akbar, hanya Allohlah yang Maha Besar.
Pak Dharma bercerita bahwa sejak dirinya sholat batinnya menjadi tentram. Banyak persoalan pekerjaan dan kehidupan sehari-harinya yang mengalami kebuntuan karena keterbatasan akal pikirannya akhirnya terselesaikan. 'dengan sholat saya merasa lebih lengkap dan dekat dalam komunikasi dengan Alloh SWT..' tutur Pak Dharma.
Semua proses menuju sujud yang saya tempuh dengan segala liku kehidupan akhirnya saya bisa menjalankan sholat dengan baik. Ditengah kebahagiaan kami sekeluarga, Alloh SWT memanggil istri saya kehadiratNya. Ya..Alloh, seumur hidup saya belum pernah sepanik ini, kata Pak Dharma yang berlinang air mata. Saya teramat menyesal. Saya merasa terbanting kedalam chaos batin, yang amat memukul. bayangkan Mas Agus, saya kehilangan istri yang begitu baik, yang begitu ikhlas menemani saya dalam suka maupun duka, yang dilipihkan Alloh menjadi mediumNya untuk memanggil saya dalam kehidupan dan menjalani Syariah dengan benar, Saya tidak tau harus berbuat apa kecuali berdoa dan berserah diri pada Alloh SWT semata,' tutur Pak Dharma sambil mengenang istrinya. AIr matanya begitu indah, kerinduan terhadap istrinya yang telah membimbingnya menuju ketaqwaan kepada Alloh SWT. Subhanallah. .
----
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 'Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: 'Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.' (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-hadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
Wassalam,
agussyafii
木曜日, 7月 09, 2009
MENCARI ISTRI SEMPURNA
Sungguh, di dunia yang maya ini, hamba mencoba menghindar dari gundukan dosa, namun laron-laron dosa itu sesekali berduyun mendekati hamba. Sekuat ruh hamba berlari-berlari menuju cahaya, dan konon, salah satu kendaraan untuk mendekatkan diri dengan cahaya itu adalah mendapatkan seorang istri. Ya, hamba mencari istri sempurna, agar hamba bisa menyempurnakan niat hamba, bercengkrama dengan cahaya sejati.
Hamba bergelut dengan hari-hari, mencari secercah cahaya untuk bisa hamba huni dari kegelapan yang semakin gandrung menyelimuti hati hamba lagi. Hamba akui di setiap arah jam yang bergulir ada terpendam berjuta rahasia yang tak bisa hamba singkap keberadaannya, tak mampu hamba kuliti satu persatu apa gerangan yang diinginkan Allah. Tadinya hamba berpikir bahwa hamba telah mampu meredam satu niatan hamba itu, mengubur riak-riak kehidupan yang hamba bangun dengan pondasi rapuh. Rupanya detak suara jarum jam semakin besar menghentak-hentak dan memekakan telinga hamba, lalu hamba kembali terpuruk, pikiran hamba terhuyung-huyung melangkahkan kaki tak tentu arah.
Suatu hari, hamba bertemu dengan mawar. Di taman itu ia hidup sendiri. Warnanya yang merah merekah membuat mata terkagum-kagum. Ingin rasanya hamba mempersuntingnya, memetik segala hasrat yang mulai basah kuyup dengan segala keinginan.
Sang mawar tak sadar bahwa ada yang mengamatinya. Ya Tuhan harum sekali. Ya, ketika pagi merambat, hamba merasakan keharuman yang luar biasa. Merambat ke seluruh ubun-ubun, keharuman yang menakjubkan. Hamba memberanikan diri untuk menyapanya.
"Selamat pagi, Mawar." Mawar tersenyum, senyum yang menyejukkan.
"Selamat pagi. Ada apakah gerangan, sehingga pagi-pagi begini anda bertamu ke taman yang sepi ini?"
"Hamba berniat mencari istri yang sempurna. Setiap hari tanpa sepengetahuan anda, hamba mengamati anda, lalu tumbuhlah sejumput rasa tertentu yang tak bisa terdefinisi. Anda telah menyampaikan keharuman itu lewat wewangian yang disampaikan angin. Hamba pikir andalah yang hamba cari, belahan jiwa yang sekian lama memikat hamba untuk hidup dalam kembara."
"Betulkah aku yang anda cari? Tak malukah anda menikah dengan bunga sederhana sepertiku? Apa yang membuat anda terkagum? Tak banyak yang bisa aku berikan untuk anda."
"Mawar, sudah lama hamba mencari istri yang sempurna. Mungkin inilah harapan terakhir. Melihat warnamu yang memerah, hamba terkesima. Jika anda mengizinkan, hamba ingin melamar anda. Mari kita arungi bahtera hidup ini."
"Kalau betul itu yang anda inginkan, baiklah. Tunggu barang satu minggu, setelah itu jenguklah aku kembali." "Terimakasih mawar. Ternyata hamba tak salah pilih. Seminggu lagi hamba akan kesini."
Hamba lantas meninggalkannya sendiri di taman itu. Hamba pergi diiringi senyum yang dramatis. Hati hamba seketika terbang ke langit. Sebentar lagi penantian hamba berakhir, hamba akan mendapatkan istri yang sempurna.
Seminggu berlalu, hamba mendatangi taman itu. Langkah kaki bersijingkat dengan sempurna, cepat dan gemulai. Ketika hamba tiba di tempat itu, tiba-tiba hati hamba melepuh, berterbanganlah harapan yang sempat mewarnai relung hati yang basah dengan tinta penantian. Mawar yang akan hamba persunting, yang akan hamba petik ternyata tak lagi berada di tangkainya. Ia telah luruh ke tanah merah, beserakan tak karuan, tak jelas lagi juntrungannya. Hamba tak habis mengerti, mengapa semua ini harus terjadi? Warna yang tadinya memerah, kini berubah kecoklat-coklatan, menjadi keriput, tak sesegar seperti minggu kemarin. Hamba menghampirinya, duduk termenung seperti seorang bocah yang merengek meminta mainan yang telah rusak. Dengan terbata-bata hamba berusaha menyusun kata-kata, menuai kalimat-kalimat. Namun mulut hamba teramat kelu, tak bisa lagi dengan sporadis menelurkan deretan huruf.
"Selamat pagi. Masihkah ada keinginan untuk menikah dengan ketidaksempurnaanku? Inilah aku, sang mawar yang sempat membuatmu terkagum. Mengapa wajah anda tercengang dan seolah tak memahami hakikat hidup?"
"Mengapa anda menjadi seperti ini? Apakah gerangan yang salah?"
"Tak ada yang patut disalahkan. Ini adalah siklus kehidupan. Hamba hanya bisa bertabah menghadapi takdir yang membelenggu. Ini jalan yang harus hamba jalani."
"Tapi hamba mencari istri yang sempurna, Mawar."
"Jika demikian, aku bukanlah belahan jiwamu."
Hamba beranjak dari tempat itu. Kekecewaan menghantui setiap langkah yang hamba bangun. Air mata menderas. Mawar yang sempat mencengkram jiwa, kini hanya onggokan ketakutan yang tak pernah hamba mimpikan sebelumnya.
***
Kini hamba berjalan lagi menyusuri waktu, mencari istri yang sempurna. Di tengah perjalanan, hamba melihat merpati yang terbang, menari di udara. Sayap-sayapnya ia sombongkan ke seluruh penjuru alam. Sungguh cantik ia, membuat cemburu para petualang. Lagi-lagi terbersit sebuah keinginan. Keinginan klasik: Inilah istri yang sempurna, semoga hamba bisa mendapatkannya. Merpati itu hinggap di ranting pohonan. Hamba memberanikan diri untuk memulai percakapan.
"Wahai merpati, tadi hamba melihatmu bercengkrama dengan angin. Bulu putihmu yang kudus, menjadikan harapan dalam batin kembali tumbuh."
"Apa yang hendak anda inginkan?"
"Hamba mencari istri yang sempurna. Andalah yang hamba cari."
"Betulkah aku yang anda cari?"
"Ya tentu. Hamba ingin anda terbang bersama hamba, membangun sebuah keindahan, mengarungi bahtera kehidupan."
"Jika demikian, silahkan tangkap aku. Apabila anda berhasil menangkap diriku, aku berani menjadi belahan jiwa anda. Aku akan belajar menjadi apa yang anda inginkan."
"Tapi bagaimana mungkin hamba bisa menangkap anda? Anda mempunyai dua sayap yang indah dan memesona, sedangkan hamba hanya manusia yang bisa menerbangkan imajinasi saja, selebihnya hamba adalah pemimpi yang takut dengan kehidupan."
"Segala sesuatu mungkin saja terjadi, asalkan ada maksud yang jelas dan lurus. Lebih baik anda pikirkan kembali niatan anda itu. Betulkah aku pasangan yang anda cari? Maaf, hamba aku bercengkrama dulu dengan angin, sampai jumpa."
Hamba tak bisa berkata banyak, merpati telah terbang bersama angin. Angin, oh...rupanya kekasih sejati merpati adalah angin. Hamba tak mau merusak takdir mereka. Bagaimana kata dunia kalau hamba dengan paksa menikahi sang merpati? Dunia akan mencemooh hamba sebagai manusia paling bodoh yang pernah dilahirkan. Tapi kemanakah lagi hamba harus mencari pasangan jiwa?
***
Itulah kabar hamba dulu. Meniti berbagai penderitaan untuk menyempurnakan segala beban yang melingkar di dasar palung jiwa hamba. Itulah gelagat hamba dulu, seperti seorang pecinta yang berkelana tak jelas arah dan tujuan, menghujani kulit lepuh para bidadari, menjadikan mereka gundah, berenang di atas lautan hampa. Begitu juga hamba.
Ya, kabar hamba dulu! Memekik cinta yang bergemuruh, membadai, bercengkrama, meraja, bersengketa, meracau seperti burung kondor yang rindu bangkai-bangkai kematian. Dulu hamba tersesat dalam labirin sunyi tanpa nama. Hamba nyaris seperti mayat yang bergentayangan di siang hari, diperbudak angan-angan, bertubi-tubi mulut hamba memukul angin.
Sampai suatu malam, ketika keheningan mengambang di udara, berderinglah sebuah telepon selular yang teronggok di atas sajadah harapan. Kala itu hamba tidur lelap, mencipta mimpi yang samar. Hamba dibangunkan oleh gemuruh suara ring tone. Anehnya, suara selular itu tidak lagi menggelayutkan melodi seperti biasanya. Suaranya aneh tapi nikmat dan menyejukkan. Kalau tidak salah seperti ini: Allahuakbar....Allahuakbar...Allahuakbar... Kontan saja hamba terhenyak dan sempat kaget. Hamba mencoba memicingkan mata yang berat seperti terbebani satu ton serbuk besi. Di dinding kamar hamba melihat detak jam yang mengarah pada nomor tiga. Masih sepertiga malam. Siapa gerangan yang berani mengusik persemayaman indah ini? Lalu hamba mulai merunut kata-kata.
"Halo, siapa anda? Mengapa membangunkan hamba? Biarkan hamba beristirah barang sejenak." Hening, tak ada jawaban. Hamba pikir, ini pasti gelagat orang jahil yang mencoba berimprovisasi. Tapi ketika hamba mau menutup telepon selular, hamba mendengar suara yang menggelegar. Bukan, suara ini bukan dari telepon selular, tapi dari segala penjuru mata angin. Keringat mulai menghujan, ketakutan bersalaman di batin, air mata tak bisa hamba bendung, dan rasa rindu mencengkram hamba dari belakang, rindu yang tak terdefinisi. Mungkinkah doa-doa hamba yang terdahulu akan terkabul? Siapakah gerangan yang bicara? Setelah bermilyar doa berjejalan di udara, hamba harap seuumpt cahaya itu yang bicara Ya, semoga bukan kepalsuan yang bicara. Suara itu makin keras terdengar. Suara itu berkata seperti ini.
"Betulkah kau mencari istri yang sempurna?" Dengan terbata-bata hamba bilang,
"Ya...ya..hamba mencari istri yang sempurna. Mampukah anda mengabulkan keinginan hamba yang belum terwujud ini?" Suara itu kembali berujar.
"Berbaringlah, lalu tutuplah matamu. Bukalah ketika suaraku tak terdengar lagi." Hamba ikuti keinginannya. Hamba tutup mata hamba, dan berbaringlah. Riangnya hati hamba, sebentar lagi hamba akan berjumpa dengan istri sempurna. Jodoh hamba akan hadir. Ah, suara itu hening.
Hamba mulai memicingkan mata. Hamba lihat di sekeliling. Mengapa yang terlihat hanya gumpalan-gumpalan tanah yang kecoklatan? Mengapa begitu sejuk? Kemudian hamba melihat pakaian hamba. Putih! Semua serba putih. Bukankah ini kain kafan? Alam barzah, pikir hamba. Lalu hamba melihat sesosok tubuh datang menghampiri, begitu bercahaya, cantik rupawan.
"Siapa anda?"
"Hamba adalah amalan anda. Hamba tercipta dari anda, istri sempurna yang anda ciptakan sendiri. Menikahlah dengan hamba, sambil menunggu semua manusia kembali ke alam sunyi ini."
Begitulah kabar hamba kali ini. Ada lagi yang mau mencari istri sempurna?
dikutip dari tulisan [Firman Venayaksa]
malam pertama
Apa kabar sahabatku…??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Sayapun yakin bukan karena apa – apa…
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita.
Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama.
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa.
Justru malam pertama perkawinan kita dengan SANG MAUUUT
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…
mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan Seluruh badan kita terbuka….
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok kita….
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan…,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu …jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala..,badan…, dan kaki diikatkan
Tataplah….tataplah…itulah wajah kita
Keranda pelaminan…langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi – saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
dan akhirnya…..
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan….
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…
Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????
Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat….
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah…aku pasti kan mendo’akanmu…
Karena …aku sungguh menyayangimu…
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien
Sahabat….., jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu
Ambillah hikmahnya…..
Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu….
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu…..
Jika tulisan ini ada manfaatnya….
simpanlah sebagai renungan…
Siapa tahu …suatu saat engkau ingat padaku
Jikalau…aku tlah di alam lain….
Satu pintaku padamu…
Tolong do’akan aku….
Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Siapkah kita dengan bekal yang akan kita bawa menuju alam akhirat seandainya esok hari kita ditakdirkan untuk tidak melihat sang mentari kembali.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,
(QS. An-Nisaa : 78)
googleholic
1. Bila dompet atau ponselnya hilang, dia akan segera melacak dengan mesin pencari Google.
2. Bila rumahnya kemalingan, dia lebih dulu mencari jejak si maling lewat Google ketimbang langsung mengadukannya ke polisi.
3. Setiap online dia tidak pernah lupa mengetikkan namanya sendiri di kotak pencari Google. Tujuannya untuk melihat seberapa beken namanya dibanding Dian Sastro dan SBY, atau sekadar melihat berapa banyak manusia yang memiliki nama serupa dengannya.
4. Bila disapa temannya, “Hai, apa kabar?” dia akan menjawab, “I’m feeling lucky.”
5. Bila dia yang duluan hendak menyapa, dia selalu berkata, “Berapa PageRank-mu?”
6. Tidak ada satu pun ayat dalam kitab suci agamanya yang diahafal. Satu-satunya kalimat bernapaskan agama yang diaketahui ialah: “Don’t be evil.”
7. Warna baju dan celananya selalu merupakan perpaduan biru, merah, kuning, dan hijau.
8. Dia lebih suka mengirim pesan pendek dengan Google Talk daripada handphone.
9. Lidahnya sering salah mengeja kata “nonsense” menjadi “Adsense”.
10. Darah tingginya selalu kumat bila melihat logo Yahoo! Search di komputer teman sekantor.
11. Di malam hari dia suka mendongeng pada anak-anaknya bahwa Googlebot akan datang membawa hadiah Natal, menggantikan Sinterklas.
12. Dia berusaha mengumpulkan uang dan mengatur waktu agar bisa membawa keluarganya berlibur sekaligus menikmati wisata di Googleplex, kantor pusat Google.
13. Setiap orang lain berbicara dengannya, dia akan serius menyimak, sambil menghitung dalam hati apa-apa saja keywords atau kata kunci yang diucapkan orang tersebut.
14. Dia akan sangat marah bila karyawan toko buku Gramedia terlalu lama mencari buku yang hendak diabeli, lalu berkata: “Software apa yang kalian pakai di komputer Gramedia ini? Kok lama sekali mencarinya. Ganti itu! Pakai Google!”
berpikiran positif
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.
W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.
Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Dari beberapa buku yang saya baca beberapa tips berikut terbukti cukup membantu. Cobalah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berikut ini sebanyak mungkin dalam hidup kita. Sebagaimana untuk mencapai hal-hal lainnya, untuk menjadi seorang yang berpikiran positif, prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus :
1. Pilihlah sebuah kutipan yang bernada positif setiap minggunya dan tulislah kutipan tadi pada selembar kartu berukuran 3 x 5. bawalah kartu tadi setiap hari selama seminggu. Baca dan camkanlah kutipan tadi secara berkala dalam sehari dan jadikan afirmasi, misalnya di meja kerja Anda, di dashboard mobil, atau di cermin kamar mandi. Jadikanlah setiap kutipan tersebut bagian pemikiran Anda selama seminggu itu.
Contoh :“Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.” (Napoleon Bonaparte). “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin” (Harry Bullis)
2. Pilihlah seseorang yang dalam hidup Anda yang Anda anggap berpikiran negatif. Cobalah cari hal-hal yang positif dalam diri orang itu dan ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda mengenai orang tersebut dengan hal-hal positif tadi. Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.
3. Pilih satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai “hari 10″. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan Anda temui bernilai “10″, dan perlakukanlah mereka secara demikian. Anda pasti akan heran sendiri melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini Anda anggap remeh.
4. Tandai suatu hari dalam seminggu sebagai “hari berpikiran positif.” Hapuslah kata-kata “tidak dapat,” “tidak pernah,” atau kata-kata lain yang senada, usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.
5. Paling tidak sekali dalam seminggu, carilah suatu kesempatan untuk bisa memberi kepada orang lain dengan tulus. Lakukanlah suatu yang khusus pada suami/istri ataupun anak-anak Anda. Berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal.
Siapa yang ingin sukses ?
Kuncinya jangan pernah sekali-kali berpikiran negatif !Buang jauh-jauh hal-hal negatif; juga kalimat-kalimat negatif dari pikiran Anda !
Jangan pernah ada lagi kalimat-kalimat seperti :
“Pasti gagal;Kami belum pernah melakukannya;Kami tak sanggup melakukannya;Saya belum siap melakukannya;Itu bukan tanggung jawab kami; dan sebagainya”.
Selamat mencoba, dan ………………………………………….SEMOGA sukses senantiasa bersama kita yang selalu berusaha maksimal menggapainya
dikutip dari http://arifperdana.wordpress.com/2007/02/12/tips-menuju-sukses-berpikiran-positif/ dan mau dipraktekkan hehehe.. mau ?
月曜日, 7月 06, 2009
SMADAV antivirus made in indonesia
setelah dibongkar-bongkar tampilannya, alias menelusuri menunya ternyata ni antivirus ada signaturenya, dari jogja toh? keren juga. Untuk masalah updatenya memang sih masih harus manual, artinya musti download file terbaru tiap 2 minggu, tapi ndak papa dan sekarang yang versi 2 juli (rev 5 ) sudah bisa update otomatis, cuman ada syaratnya, kita musti nyumbang (sukarela sih, tapi mosok cuman 20 rebu, nggak menghargai amat ama kerja keras orang hehe) ke developernya, baru nanti dapet key number dari yang empunya aSMADAV untuk mengaktifkan fitur auto updatenya..
mo nyoba kesaktian antivirus lokal dengan tag "Virus Indonesia akan segera Punah" ini?
download di SMADAV.net ato disini juga boleh..
