木曜日, 5月 21, 2009

bisnis angkringan... ikutan yuk..!!

'CULINARY': Nasi Angkringan, Nuansa Yogya di Gedongmeneng

BANDAR LAMPUNG--Bagi penyuka masakan khas Yogyakarta yang terkenal karena murah, ramah, dan lezat, kini dapat menikmatinya di Warung Angkringan di Jalan Z.A. Pagar Alam, dekat Museum Lampung, Gedongmeneng, Bandar Lampung. Peminat nasi angkringan khas Yogyakarta di Lampung ternyata cukup banyak.

Meski ini baru buka sekitar tiga minggu lalu, 100 bungkus nasi angkringan laku terjual setiap malam. Suhadi (35), warga asli Yogyakarta memulai usaha ini sejak awal Februari lalu.

Warung angkringan yang berdiri di atas trotoar ini hanya terdiri dari gerobak berikut satu meja panjang dan dua kursi kayu panjang, dengan diterangi lampu patromaks ditambah cahaya lampu kendaraan yang berseliweran, ternyata membuat pengunjung nyaman menikmati menu angkringan.

Ditambah asap yang mengepul dari anglo pembuat bara api, membuat suasana bersantap di warung angkringan ini serasa berada di daerah asal angkringan, yakni Yogyakarta. Suhadi menyediakan dua menu pilihan angkringan, sebungkus kecil nasi dengan sambel ikan teri atau nasi dengan oseng tempe.

Nasi angkringan yang dijual Rp1.000 per bungkus diminati pengunjung yang rata-rata mahasiswa. "Adik saya yang tinggal di Way Dadi, Sukarame, yang menyuruh buka warung angkringan karena di Lampung belum ada," kata Mas Dul, sapaan akrab Suhadi.

Selain nasi angkring atau nasi kucing, Suhadi juga melengkapi menu dagangannya dengan aneka baceman dan aneka satai. Seperti satai telur puyuh, satai jeroan, satai udang, dan satai daun singkong tumis, yang dibalut tepung.

Sambil menikmati nasi angkringan, tidak lengkap rasanya tanpa menikmati wedang jahe plus susu atau kopi jos, demikian Mas Dul biasa menyebutnya. "Kopi jos ini banyak dicari orang karena kalau diminum, badan jadi segar dan sehat," kata Mas Dul dengan logat Jawa-nya yang kental.

Keistimewaan kopi jos ini adalah setelah kopi diseduh kemudian diberi bara api berasal dari kayu asli yang didatangkan langsung dari Yogya. Konon khasiat kopi jos ini dapat meningkatkan stamina. "Saya biasa minum kopi ini di Yogya dan memang khasiatnya badan jadi segar,"kata Darwin, salah seorang konsumen kopi jos.

Mas Dul melayani konsumen sendirian tanpa dibantu siapa pun. Ia membuka warung angkringan mulai pukul 18.00--02.00. Meskipun terkadang dagangannya habis sebelum pukul 02.00, dia tidak menutup warungnya, sepanjang masih ada pengunjung yang sekadar nongkrong di warung miliknya itu.

Pengunjung, terutama mahasiswa, tampak betah berlama-lama nongkrong di warung angkringan. Bagi pengunjung yang belum mengenal menu makanan ini, tak sedikit yang penasaran dan mengajukan sejumlah pertanyaan yang membuat Mas Dul tersenyum.

Untuk menikmati lezatnya nasi angkringan ditambah kopi jos, cukup merogoh Rp1.000/bungkus, Rp500/buah untuk aneka baceman dan gorengan tempe dan tahu. Sedangkan satai jeroan Rp1.000, udang Rp1.500, satai telur puyuh Rp2.000. Sedangkan kopi jahe atau kopi jos Rp3.000/gelas dan jahe susu Rp2.500/gelas. n SONI ELWINA


dikutip dari : http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009022305551457

0 件のコメント: